Belajar bisnis di Kampus Bisnis Umar Usman keren banget, Banyak banget yang saya dapat dalam 2 minggu matrikulasi.
Disitu saya belajar untuk menghargai waktu,
banyak banget
reminder dari para pembicara-pembicara sukses terutama para mentornya yang juga gak kalah sukses dan keren.
Pengalaman-pengalaman saya di Kampus Bisnis Umar Usman ini sangat banyak untuk dua minggu ini. Biasalah kan semakin bertambahnya hari semakin lebih membaik dan meningkat,
kan?Hari pertama alias hari Senin kita ketemu sama
Radja Cendol alias
Randol,
Mr
Danu Sofwan keren banget deh,gokil.
Di Kampus Bisnis Umar Usman Mr Danu menjelaskan Era Disruption ini kita harus liat perkembangan jaman kata
bang Danu. Contohnya ada Uber,Facebook, pokoknya yang serba online deh sekarang ini.
Apalagi kita sekolah di Sekolah Entrepreneur, kita harus harus banyak wawasannya, jangan males. Cari guru, kalau ada yang lebih pinter dari kita jangan malu buat nanya apalagi gengsi. Bergurulah pada mereka meskipun nih umurnya lebih muda.
Harus
EPIK kata
bang Danu. Apa itu
EPIK?Evaluasi,Perbaiki,Introspeksi,Komunikasi. Keempat itu harus! Gak boleh
engga!!! Sekali lagi
ngga boleh engga!Ada beberapa penyakit yang harus kita hindari kata
bang Danu,
1. Kutuan (kurang pengetahuan)
2. Kudisan (kurang disiplin, anget-angetan)
3. Kremian (kurang mengerti yang dilakukan)
Hahaha lucu ya nama-nama penyakitnya. Mengerikan.. Jangan sampai penyakit itu ada dikita, harus kita hindari.
Kita harus tau juga dari mana kita akan memulai..
Saya kasih tau ya mulai dari mana.
Dari Kloset (kalau boleh buka mindset), Kupret (kudu pake riset), Jambret (jangan lambret) alias take action.
Harus pinter-pinter cari peluang, fokus sama target, menjual barang yang menarik perhatian. Entah orangnya yang menarik hehe, gaya promosiinnya menarik, atau barangnya menarik.
 |
| Mr Danu Sofwan sedang bercerita tentang usahanya |